Kembali lagi dengan dingin malam, seperti hari-hari biasa. Duduk bersama kawan sekadar untuk memecah keheningan ruang dan menenangkan krisis eksistensi dalam diri. Sulit sekali menjadi orang yang "individual" sekali lagi teori bahwa manusia adalah mahkluk sosial membuktikan kebenarannya. Gejolak tentang makna dari eksistensi ku perlahan menjadi samar sembari di sapu candaan-candaan receh ala anak lorong kota.